Tuesday, May 09, 2006

rheva arnasthasya

Rheva arnasthasya namanya, aku ingat benar bertemu dengannya di sekolah dulu di st.marry saat aku masih senior high school, dimana kami masih sama-sama masuk dalam kelas dan dunia pubertas yang sama. baju seragam yang sama dengan polah polos yg berbeda, kuakui rhe (begitu aku memanggilnya) dia sangat dewasa, dia lebih mempunyai sahaja, begiulah aku bilang sebutan itu untuknya. tahun pertama kami sekolah di canada, hanya rhe lah orang indonesia yang aku kenal. selain satu asrama, rhe juga satu room dengan ku. rhe kristen yang taat, dia yang sering sabath disaat semua anak-anak malas. rhe yang jarang online di internet, rhe yang sering menghargai orang. rhe memang yang paling hebat saat itu. tak lama rhe mengenyam pendidikan di st.marry canada, dia harus balik ke indonesia. masa, dan hari yang kulalui dengan rhe, terasa hambar kurasa ketika tau dia kembali ke indonesa. hubungan ku dengan rhe tak berakhir begitu saja, rhe kadang menyempatkan diri menelpon ku atau sekedar memberi kabar lewat email saat itu. sampai akhirnya tak ada kaabr sma sekali dari rhe. dua tahun berlalu seiring pertumbuhan dan labilnya masa mudaku, semua hilang begitu saja. aku mendapat prodi di australia, tahun 2002. aku kemabli ke indonesia. tiba-tiba aku teringat akan rhe dan ingin sekali mencari tahu tentang rhe. aku pergi ke tempat tantenya rhe, dimana rhe pernah bilang kalau dia ada disana. aku mencari alamat itu! memang tak mudah, apalagi jakarta. kota yang segala sesuatunya bisa menjadi mustahil. kurang lebih lima hari aku mencari alamat tante rhe, dan akhirnya berhasil tapi tante rhe sekeluarga sudah pindah ke surabaya. ah..(sudah pasti aku gagal) diantara rasa limbung, aku sudahi saja pencarian terhadap sahabat lama ku itu. selang beberapa minggu ketika akhir nya aku sebntar lagi ingin berangkat ke ausie, aku bertemu manjarin sepupu jauh rheva di salah satu mall di jakarta selatan.
"manja, apa kabar?" ucapku pelan dan sedikit getir
"ehm..kalau gak salah,lo itu josie yah" tanyanya sedikit khawatir salah
"iya..gw josie" kali ini aku sangat antusias
(dan kami berpelukan lalu bersalaman, dan berpelukan lagi sambil sedikit tertawa)
"wah...dah lama gak ketemu!" ucapku sedikit bahagia
"iya niyh" ucap manja
(akhirnya kami melihat food court dan duduk disana)
"manja, apakabarnya rhe?" tanya ku
dengan wajah resah manja terdiam dan terduduk mengugu
"rhe!...rhe....rhe udah menikah!" ucap manja pasti
(aku sedikit kaget! tapi disatu sisi aku senang.)
"menikah, di usia yang..." kata-kata ku hampir hilang
"iya tahun kemarin, di usia yang 19 tahun, karna kelakuan pria itu" tatp mata manja mulai nanar
"apa yang terjadi, manja?" aku bingung
"pria itu yang menghamili rhe" kali ini manja semakin menahan emosi.
"aku menghela nafas ku dan terdiam kacau"
(kami sempat saling menerawang dalm kurang lebih 10 menit)
"bisa aku bertemu rhe?" akhirnya aku mengambil keputusan yang gamang
"manja menggeleng" tepatnya ungkapan tidak!
"kenapa? manja." aku semakin bingung
"rhe, waktu itu melakukan aborsi dan rhe pendarahan hebat" ucapa manja tegas tak ada getir
(aku melotot dan membayangkan wajah ayu rhe, dan tingkah nya yang bersahaja.)
aku, manja dan suasana mall itu seperti perkuburan untuk rhe saat itu kurasa.
"rhe dikubur dimana, manja?" tanyaku
"di bali, orang tua rhe tinggal di bali" manja menjelaskan
tapi percuma penjelasanmanja itu terasa gamang, membuatku limbung, hampir linglung aku di buatnya. tiba-tiba tersirat wajah rheva arnasthasya ku yang baik dan bersahaja. aku tak mau tau seperti apa lelaki yang menghamili rhe, dan harusnya bertanggung jawab atas kematian rhe dan anaknya itu. dan istilah-istilah pendarahan hebat yang tak ku mengerti membuat ku smeakin yakin bahwa aku harus mengetahui indikasi dan kontra indikasinya. sejenak aku diam, dan aku mulai pamit dengan manja sebelum kami bertukar informasi tentang kami tentunya.
dalam perjalanan pulang ke rumah aku terbisu..untuk kesekian kalinya intervensi eksploitasi terhadap kaum hawa terjadi, dan itu ada di sela-sela negari ku. pojok-pojok tanah ku berbangga atas lagu, dan benderaku.
aku malu aku bingung, aku gagu....

selamat jalan rheva, sahabat terbaik yang pernah ada!

me, at uni nathan.

0 Comments:

Post a Comment

<< Home